Kisah Abdullah Bin Mas’ud Dan Pencuri

Kisah Abdullah Bin Mas’ud Dan Pencuri


Ini adalah kisah tentang salah seorang Sahabat Nabi saw. Namanya ‘Abdullah ibn Mas’ud –semoga Allah meridhainya-. Beliau memang bukan Sahabat biasa. Beliau juga seorang Ulama, dan termasuk dari Akaabiirusshohaabah... (Pembesar Sahabat).
Tentangnya, Rasulullah SAW pernah bersabda: “Sesungguhnya kaki (Ibnu Mas’ud) di timbangan Allah pada hari kiamat itu jauh lebih berat dari pada gunung Uhud.” HR. Ahmad

Rasulullah mengucapkan hal itu dikarenakan Beliau melihat ada orang orang yang menertawakan Sahabat Abdullah, lalu Rasulullah bertanya kepada mereka: "Apa yang kalian tertawakan?" Mereka menjawab: "Kami tertawa karna melihat kecilnya kaki Abdullah Ibn Mas'ud", karena memang Sahabat Abdullah diciptakan oleh Allah dengan fisik yang tidak sempurna, akan tetapi kekurangan beliau ditutupi dengan Akhlaq yang mulia dan keilmuan yang luar biasa.

Lalu Rasulullah memuji beliau dengan ucapan di atas.....
Bagaimanakah gerangan perilaku beliau sehingga mendapatkan karunia itu?
Inilah salah satu di antaranya…
Suatu hari, beliau pergi ke pasar dengan membawa beberapa keping dirham untuk membeli sedikit makanan. Tanpa diduga, ada seorang pencuri yang mencuri dirham-dirham itu. Orang-orang yang mengenal Abdullah ibn Mas’ud lalu mendo'akan kesialan untuk pencuri itu. Namun beliau justru mengatakan: “Kalian jangan mendo'akan kesialan untuknya. Akulah pemilik dirham-dirham itu, aku akan berdo'a untuknya, dan harap kalian mau mengaminkan do'aku…”
Beliau kemudian berdo'a :
“Ya Allah ! Bila engkau mengetahui bahwa orang yang mencuri dirhamku adalah orang berhajat padanya, maka berkahilah ia dengan dirham itu, dan bila Engkau mengetahui bahwa ia sebenarnya tidak berhajat padanya, maka Ya Allah ! Jadikanlah ini sebagai kemaksiatan terakhir yang ia lakukan dalam hidupnya.”
Subhanallah....
Sahabat...

Mari kita merenung sejenak setelah kita membaca kisah di atas...
Kisah di atas mungkin juga terjadi pada kita walaupun mungkin tidak dalam kasus yang sama.....
Ada saat kita akan dihadapkan pada sesuatu yang tidak kita senangi atau sesuai dengan harapan dan hati kita....
Begitulah hidup....
Tidak semua yang kita senangi akan selalu ada di hadapan kita...
Yang terpenting saat ini bagaimana kita menata hati kita untuk sabar dan menerima itu semua....
Bersyukur di saat diberi nikmat...
Dan bersabar di saat kita diuji....
Kisah di atas adalah salah satu bentuk ujian bagi Sahabat Abdullah...
Dan beliau lulus dalam ujian tersebut....
Bagaimana dengan kita?

Jika suatu saat ada orang yang mengambil milik kita dengan cara batil....
Mampukah kita mendo'akan mereka dengan do'a yang baik...
Atau jika suatu saat ada orang yang menyakiti kita dengan menyebar gunjingan atau fitnah atau perkataan yang tidak baik, mampukah kita untuk mendo'akan kebaikan bagi mereka....?
Tanyakan hal itu pada diri kita....,

Mampukah kita bersikap seperti Sahabat Abdullah Ibn Mas'ud?
Atau jangan-jangan kita malah mendendam atau membalas kejahatan orang lain dengan kejahatan yang sama atau bahkan lebih....
Sahabat... Sadarilah...
Jika keburukan dibalas dengan keburukan...
Maka sungguh tidak akan ada habisnya...
Dan itupun akan menghabiskan pahala kita...

Apakah kita lupa?
Bahwa di saat kita didzolimi, di saat kita disakiti, maka sungguh para malaikat mendo'akan kita dan Allah-lah yang akan membela kita...
Apalagi jika kedzoliman itu kita balas dengan do'a, seperti kisah di atas...
Maka sesungguhnya itu akan menjadikan para malaikat mendo'akan kita dan akan menjadikan hati kita bersih dan jauh dari kebencian dan dendam serta menjadikan Allah ridho pada kita... Sedikit sekali orang yang bisa melakukan hal ini, Semoga kit amenjadi salah satunya, Aamiin.
Mari kita sama-sama belajar dan terus berusaha untuk membersihkan hati kita... Agar kita nanti di Akherat bisa berkumpul bersama orang-orang mulia... Rasulullah dan Para Sahabat-Sahabatnya.....
Wallahu a'lam Bish-Showaab....
Share: Facebook Twitter Google+