Waktu Yang Kita Abaikan

Waktu Yang Kita Abaikan

WAKTU YANG KITA ABAIKAN

Hari ini segera berganti hari esok.
Bulan ini akan berganti bulan depan.
Tiada yang bisa tinggal diam disini.
Untuk ku ikat erat dan ku miliki.

Dulu aku adalah seorang bayi.
Lalu tumbuh menjadi anak kecil.
Muda remaja dan beranjak dewasa.
Terus bergulir berbeda waktu disampingku.

Seperti bangunan yang amat kokoh.
Menjulang tinggi begitu angkuh.
Tapi pastilah akan menjadi rapuh.
Dan tinggal menunggu saatnya runtuh.

Adakah keadaan bisa bertahan lama.
Ketika semua harus maju berubah.
Singgah sejenak lalu beranjak pergi.
Dan segalanya akan menjadi sejarah.

Dunia hanya rangkaian kesementaraan.
Untuk apa terpatri pada kilau indahnya.
Sedang kita melupakan jalan pada keabadian.
Yang jauh lebih baik dan lebih kekal.

Hidup hanyalah sementara.
Tapi kita tak mau menyadari artinya.
Bahwa sementara itu sungguh tidaklah lama.
Dan kita semua hanyalah singgah, Astaghfirullah.

Share: Facebook Twitter Google+