Ketika Aku Harus Memilih

Ketika Aku Harus Memilih
KETIKA AKU HARUS MEMIMILIH

Dulu aku pernah berfikir, bahwa setiap manusia pasti ingin memiliki seorang kekasih, kekasih yang akan terus bersamanya, sehidup semati dalam suka maupun duka tak akan terpisahkan.

Sekarang, aku memilih amal sholeh sebagai kekasihku, karena ternyata hanya amal sholehlah yang akan terus menemaniku, bersamaku, bahkan menemaniku dalam kuburku, kemudian amal sholehku pula yang menemaniku menghadap Allah.

Dulu aku pernah berfikir, setiap manusia pastilah punya goresan masalah dengan manusia lain, sehingga wajar jika manusia memiliki musuh masing-masing.

Kini aku memilih menjadikan hawa nafsu dan syaitan sebagai musuh utamaku, sehingga aku lebih memilih melepaskan kebencian, dendam, rasa sakit hati, dan permusuhanku dengan manusia lain.

Dulu aku pernah selalu kagum pada manusia yang cerdas, dan manusia yang berhasil dalam karier, atau kehidupan duniawinya.

Sekarang aku mengganti kriteria kekagumanku ketika aku menyadari bahwa manusia hebat di mata Allah ialah manusia yang bertaqwa, manusia yang sanggup taat kepada aturan main Allah dalam menjalankan hidup dan kehidupannya.

Dulu aku akan marah dan merasa harga diriku dijatuhkan, ketika orang lain berlaku zhalim padaku, menggunjingkan aku, menyakiti aku dengan kalimat-kalimat sindiran yang disengaja untuk menyakitiku.

Sekarang aku memilih untuk bersyukur dan berterima kasih, ketika meyakini bahwa akan ada transfer pahala dari mereka untukku jika aku mampu bersabar.

Dan aku memilih tidak lagi harus khawatir, karena harga diri manusia hanyalah akan jatuh dimata-Nya ketika dia rela menggadaikan dirinya untuk mengikuti hasutan syaitan.

Ketika aku harus memilih. 
 Bantu aku Yaa Rabb, untuk selalu memilih yang benar dimata-Mu.

#BT
Share: Facebook Twitter Google+