Indah Karenamu

 Indah Karenamu

Merindumu adalah kesakitan. 
Tapi kesakitan karenamu adalah keindahan. 
Perlahan tapi pasti semuanya menyayat sanubari. 
Tetesan air mata kepiluan ini membuat kesakitan ini semakin berwarna. 
Butir demi butir berteriak memanggil namamu, memanggil jiwamu. 
Berada pada sebuah rongga kerinduan terbawa oleh debu-debu kesakitan. 
Kesakitan ini bertambah indah, karena semakin ingin mengejar bayangmu.
Yang semakin jauh semakin pergi dari hadapanku. 
Lagi,butir-butir air mata ini hanya bisa terdiam mengalir dalam sungai kesunyian hati. 
Mengalir pada sebuah kedukaan jiwa tanpa bisa berteriak-teriak lagi.
Tanpa bisa menyebut-nyebut lagi namamu. 
Menengadah jiwa ini pada Tuhan. 
Seakan ingin semuanya lepas dari raga melepaskan semua kerinduan ini. 
Melepaskan semua kegundahan ini. 
Dan semua yang kurasa indah karenamu.

Share: Facebook Twitter Google+