Memberikan Pertolongan Medis

Memberikan Pertolongan Medis

Orang harus berprasngka baik kepada Allah dalam segala usahanya, termasuk usaha seorang dokter dalam mengobati pasien atau sebuah keluarga dalam mencarikan obat untuk salah satu anggota keluarganya yang sakit. Maka seorang dokter yang secara medis masih bisa menolong pasien akan berdosa jika ia tidak mencoba memberinya pertolongan. Akan tetapi jika secara medis (sebatas ilmu seorang doker) tidak mungkin untuk ditolong maka disaat itu sang dokter sudah tidak berdosa lagi.

Adapun bagi keluarga pasien setelah mendengar keputusan dokter dalam medis tentang ketidakmungkinan dipulihkannya kesehatan pasien maka dia tidak boleh berhenti usahanya sampai disitu, mereka harus terus berusaha mencari dokter yang lain lagi. Biaya dalam hal ini bukanlah halangan bagi sebuah usaha, artinya jika sebuah keluarga miskin sekalipun usaha harus tetap ada. Obat bukan hanya pada dokter mungkin bisa dengan pengobatan dengan ramuan atau yang semacamya atau dengan ruqyah dengan minta doa dari orang-orang soleh.

Dan jika keluarga tersebut putus asa lalu berhenti dari usaha maka itu adalah salah dan berdosa. Sebab telah mendahului ketentuan Allah dan telah berprasangka buruk kepada Allah SWT. Dan jika hal ini sampai meninggalnya orang yang sakit tersebut, maka keluarga tersebut tidak termasuk orang yang bersalah dalam dosa pembunuhan karena usaha untuk meyelamatkan pasien sudah dilakukan. Tetapi mereka tetap bersalah dan berdosa karena keteledorannya dalam usaha dan berputus asa. Wallahhu a'lam bisshawab.

<
Share: Facebook Twitter Google+