Disakiti Atau Menyakiti?

Disakiti Atau Menyakiti?

Ketika ada seseorang yang selalu berperilaku kurang baik apalagi sampai menyakiti kita, itu sering membuat kita tidak habis fikir, apa yang salah sehingga dia selalu melakukan itu terhadap kita. Situasi seperti ini tentu akan membuat kita menjadi stres, namun satu yang perlu diketahui bahwa lebih baik disakiti dari pada menyakiti, mengapa demikian?

Jika kita lebih memahami tujuan dari hidup ini maka kita akan menyadari bahwa menyakiti adalah hal yang merugikan. Saya tidak berbicara dalam kontek keagamaan tapi bagaimana seharusnya kita menyikapi sesuatu. Seseorang yang selalu "terobsesi" untuk bisa menyakiti orang lain itu sama dengan merugikan dirinya sendiri. Dia selalu "memutar otak" bagaimana caranya agar bisa "menyakiti", bayangkan waktu dan tenaganya terbuang hanya untuk bisa "menyakiti" mungkin ada juga yang sampai mengorbankan harta benda.

Jadi disaat kita merasa sedang diperlakukan tidak baik oleh seseorang dan merasa disakiti, sebenarnya orang tersebut lebih sakit dari kita. Dia kehilangan banyak hal yang tidak tampak oleh kita, pikirannya tersakiti, batinnya tidak tenang, itu bisa membuat dia jauh lebih stres dari kita.

Coretan: Meskipun kebanyakan orang tidak menginginkan keduanya tetapi kita sering hilaf bahwa kita telah menyakiti dan disakiti orang lain.
Share: Facebook Twitter Google+