Kau Bohong

Kau Bohong

Kau Bohong

Tak mampu kuhitung lagi.
Berapa sore aku kemari.
Berkali-kali aku menanti.
Ku lawan dalam risau tak pasti.

Pergerekan kereta kulihat satu persatu.
Namun tetap kau tak ada disitu.
Berulang kali rinai hujan tertawa.
Memacu amarahku pada kereta.

Kucoba menanti sebentar lagi.
Lagi, kereta itu hanya membawa sepi.
Kau bohong!
Kau kosong dalam gerbong.

Menanti yang tak pulang.
Mengusir rindu perlahan hilang.
Baiklah kuhentikan rinduku.
Oleh karena cintamu berangsur semu.
Share: Facebook Twitter Google+