Maka Nikmat Tuhan Kamu Manakah Yang Kamu Dustakan?

Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan?
Assalamu'alaikum . . .
"Fabiayyi Aalaaa irobbikumaa Tukadzdzibaan"
Artinya: Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan?

Salah satu sebab manusia merasa enggan untuk berbakti kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Adalah kurangnya kesadaran akan banyaknya nikmat Allah Subhanahu wa ta’ala yang selama ini kita terima dan kita rasakan selama ini. Hal ini menyebabkan hilangnya rasa malu untuk meninggalkan perintah Allah Subhanahu wa ta’ala, sebaliknya terhadap maksiat mereka tidak malu, justru dengan bangganya mereka berbuat. Mengapa manusia bisa seperti itu? Hal ini adalah karena kurangnya kesadaran akan banyaknya nikmat Allah Subhanahu wa ta’ala yang di berikan kepadanya.

Padahal nikmat Allah Subhanahu wa ta’ala yang dianugrahkan kepada kita luar biasa banyaknya, bahkan saking banyaknya, sehingga manusia tidak akan dapat menghitungnya. Sebagaimana firman Allah SWT  
“Dan apabila kamu sekalian menghitung nikmat Allah Subhanahu wa ta’ala, maka tidaklah bisa menghitungnya.(QS. Ibrahim 34 )”
Bahkan dalam Al-Qur’an ada surat yang disebut Ar Rahman, dimana disana ada ayat yang di ulang-ulang sampai 31 kali, pada hal surat tersebut tidak tergolong panjang seperti Surat Al- Baqarah, Al Imran, An Nisa dan tidak pula tergolong pendek seperti surat Al fatihah, Al Ikhlas atau Al ma’un surat tersebut tergolong ayat sedang. Ayat yang sama tapi di ulang sebanyak 31 kali:

"Fabiayyi Aalaaa irobbikumaa Tukadzdzibaan"
Artinya: Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan?

Hal ini tidak lain mengandung pelajaran bahwa nikmat Allah Subhanahu wa ta’ala yang dipersembahkan-Nya untuk manusia amat sangat banyak. Bumi oleh Allah Subhanahu wa ta’ala dipersembahkan khusus buat manusia, mahluk yang lain statusnya "Numpang hidup".

"Fabiayyi Aalaaa irobbikumaa Tukadzdzibaan"
Artinya: Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan?

Bisakah kita menghitung berapa jumlah ikan yang ada di lautan? Untuk siapa lautan dengan segala kekayaannya? Lautan dengan berjuta-juta ikan dipersembahkan untuk manusia, sementara sisa dan durinya untuk kucing dan lainnya. Seandainya manusia mau makan durinya, mungkin kucing dan lainnya akan mati kelaparan.

"Fabiayyi Aalaaa irobbikumaa Tukadzdzibaan"
Artinya: Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan?

Hewan seperti unta, sapi, kambing dan ayam semuanya dipersembahkan spesial untuk manusia, berapa jumlah hewan yang harus di potong untuk kebutuhan manusia setiap harinya? baik itu sapi, kambing atau ayam! Pernahkan hewan tersebut minta ganti rugi?

"Fabiayyi Aalaaa irobbikumaa Tukadzdzibaan"
Artinya: Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan?

Bahkan kalau kita mau menghitung makanan pokok yang kita makan sampai hari ini amatlah mengejutkan karena saking banyaknya. Apabila kita sekarang berumur 40 tahun. Kalau di ambil rata-rata sehari makan 3 kali, maka sampai saat ini kita telah makan sebanyak 43.200 kali. Banyak bukan? Berapa literkah airnya Tuhanmu yang kamu pergunakan, mulai dari minum, mandi, bersuci dan yang lainnya? Tentunya kita tidak akan bisa menghitungnya bukan?

"Fabiayyi Aalaaa irobbikumaa Tukadzdzibaan"
Artinya: Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan?  

Setiap pagi, siang dan malam kita makan minum. Tidur sampai bangun tidur, pencernaan kita menggiling/memproses makan kita, saking halusnya sampai kita tertidur, tidak terasa kalau pencernaan kita sedang menggiling. Tahunya hanya kita di kamar mandi untuk membuang kotoran!
Tahukah kalian, mengapa laut dijadikan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala asin rasanya? Tidak lain agar segala pencemaran di daratan yang mengalir ke laut dapat di netralisir oleh air laut yang asin tersebut. Berapa banyak pencemaran didaratan yang pada akhirnya ke laut? Seandainya air tersebut tidak asin maka lautpun terkena pencemaran!

Hal tersebut jarang kita sadari, jarang kita renungkan, sehingga kenikmatan yang sekian banyaknya itu terlupakan, kita sering merenung terhadap kenikmatan yang belum kita gapai, hal ini menyebabkan kita enggan untuk bersyukur, yang pada akhirnya kita berat untuk berbakti kepada-Nya. Namun apabila kita buka mata hati kita akan nikmat Allah Subhanahu wa ta’ala yang besar tersebut, maka rasanya kita malu apabila tidak mendekatkan diri kepada-Nya.

#Semoga kita diberikan kekuatan untuk selalu mensyukuri nikmat-nikmat Allah Subhanahu wa ta’ala, Aamiin.
Share: Facebook Twitter Google+