Keterhubungan Shalat 5 Waktu Dengan Perputaran Matahari

Secara hakikat, apa maksudnya itu? Kalau kita perhatikan, ketika matahari akan terbit, kita melaksanakan sholat subuh. Ketika matahari lagi puncaknya, Dzuhur. Tergelincir, Ashar. Ketika terbenam, Maghrib. Setelah tenggelam dan mega merah telah hilang, Isya. Bagaimana dan apa kira-kira maksudnya?

Keterhubungan Shalat 5 Waktu Dengan Perputaran Matahari



  • Subuh itu seperti sebuah kelahiran. Umpama masa kanak-kanak kita, subuh itu suci, karena-Nya Allah pun memerintahkan kita untuk mensucikan nama-Nya disetiap subuh itu.
  • Dzuhur itu nyata atau terang. Engkau telah meninggalkan masa kanak-kanak kita dan sudah beranjak dewasa dan akan segera menjelang masa tua kita. Karena Allah pun memerintahkan kita untuk menyatakan keberadaan-Nya.
  • Ashar itu senja bagi kita. Yaitu masa tua dan penantian. Ashar adalah waktu bagi kita untuk menimbang-nimbang diri, menimbang setiap jejak langkah dimasa muda. Kita segera lenyap dan tergantikan. Karenanya demi masa Ashar kita pastilah merugi, kecuali diri kita beriman kepada-Nya dan beramal sholeh, saling nasehat menasehati dalam perkara kebenaran dan sabar. Karena-Nya Allah memerintahkan kita untuk sekali lagi mensucikan nama-Nya agar kita bisa memahami diri, menimbang diri, waspada dan slalu bijaksana menyikapi segala sesuatu, maut bisa menjemput kita setiap saat. Maka bertasbihlah pada pagi dan petang.
  • Maghrib itu adalah ibarat ajal bagi kita. Kita sudah sangat dekat. Hanya ada dua alternatif bagi kita, yaitu rahmat ataukah laknat yang akan segera kita jelang. Maghrib itu amat singkat, sebagaimana ajal itu tak berlangsung lama. Allah pun memerintahkan kita untuk mengagungkan nama-Nya disetiap Maghrib agar kita tak kembali dalam keadaan tanpa membawa rahmat-Nya.
  • Isya' itu ibarat kematian bagi kita. Kita segera diliputi kegelapan yang mencekam, yang tiada lagi kita temukan penolong selain-Nya. Gelap gulita, dalam penjara dan ketakutan dan pulang dengang membawa secercah cahaya. Dengan secercah cahaya itu kita bisa pulang kembali untuk menemukan-Nya.
Wallahu A'lam Bishshowab
Share: Facebook Twitter Google+