Persiapan Menyambut Bulan Ramadhan

Puasa merupakan ibadah yang ditujukan dan dibalas langsung oleh Allah karena upaya bersusah payah mengalahkan hawa nafsu dan menyucikan diri karena Allah. Pada bulan ini para setan akan dibelenggu dan para hambaNya akan diberikan ampunan, rahmat dan pembebasan dari api neraka.

Namun sejatinya Persiapan Menyambut Ramadhan harus kita lakukan dua bulan sebelum bulan Ramadhan itu datang, seperti doa dalam hadits yang disabdakan oleh Rasulullah SAW:

Persiapan Menyambut Bulan Ramadhan

“Allahumma bariklana fii rajaba wa sya’bana wa balighna Ramadhana”

"Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan" (HR. Ahmad dan Thabrani)

Lalu apa saja yang harus kita persiapkan untuk menyambut bulan Ramadhan? Berikut akan saya jelaskan:

1. Persiapan Ruh Keimanan / I’dad Ruhi Imani.
Orang-orang yang sholeh biasa melakukan persiapan ini seawal mungkin sebelum datang Ramadhan. Bahkan mereka sudah merindukan kedatangannya sejak bulan Rajab dan Sya’ban. Biasanya mereka akan berdoa seperti doa Rosulullah SAW: "Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan" Dalam rangka persiapan ruh keimanan itu, dalam surah At-Taubah Allah melarang kita melakukan berbagai maksiat dan kedzhaliman sejak bulan Rajab. Tapi bukan berarti di bulan lain dibolehkan. Hal ini dimaksudkan agar sejak bulan Rajab kadar keimanan kita sudah meningkat. Boleh dikiaskan,bulan Rajab dan Sya'ban adalah masa pemanasan (warming up), sehingga ketika memasuki Ramadhan kita sudah bisa menjalani ibadah shaum dan sebagainya itu seperti sudah terbiasa.

2. Persiapan Fisik / I’dad Jasadi.
Untuk memasuki Ramadhan kita memerlukan fisik yang lebih prima dari biasanya. Sebab, jika fisik lemah, bisa-bisa kemuliaan yang dilimpahkan Allah pada bulan Ramadhan tidak dapat kita raih secara optimal Maka, sejak bulan Rajab Rasulullah dan para sahabat membiasakan diri melatih fisik dan mental dengan melakukan puasa sunnah, banyak membaca al-Qur'an, biasa bangun malam (qiyamul-lail), dan meningkatkan aktivitas saat berkecimpung dalam gerak dinamika masyarakat.

3. Persiapan Harta / I’dad Maaliyah.
Jangan salah faham dulu, persiapan harta untuk menyambut Ramadhan jangan diartikan persiapan untuk membeli hidangan berbuka atau membeli keperluan Hari Raya sebagaimana kebiasaan kita selama ini. Memersiapkan harta adalah untuk melipatgandakan sedekah, karena Ramadhan merupakan bulan untuk memperbanyak sedekah. Pahala bersedekah pada bulan ini berlipat ganda dibandingkan bulan-bulan lainya.

4. Persiapan Intelektual dan Keilmuan / I’dad Fikri wa Ilmi. (Baca Juga: 9 Hal Yang Membatalkan Puasa)
Agar ibadah Ramadhan bisa optimal, diperlukan bekal wawasan dan tashawur (persepsi) yang benar tentang Ramadhan. Caranya dengan membaca berbagai bahan rujukan dan menghadiri majelis ilmu tentang Ramadhan. Kegiatan ini berguna untuk mengarahkan kita agar beribadah sesuai tuntunan Rasulullah SAW, selama Ramadhan. Menghafal ayat-ayat dan doa-doa yang berkait dengan berbagai jenis ibadah, atau menguasai berbagai masalah dalam fiqh puasa, juga penting untuk dipersiapkan.
Share: Facebook Twitter Google+