Pengertian Akhlak Anak Pada Orangtua

Pengertian Akhlak Anak Pada Orangtua

Menurut Imam Ghozali Ra dalam kitab ihya ulumuddin, mengatakan akhlak dengan gampang dan mudah dengan tidak memerlukan pemikiran dan pertimbangan. Bir Al-Walidain ( Berbakti kepada Kedua orang Tua ) Makna al-Birr. Al-Birr yaitu kebaikan, berdasarkan sabda Rasulullah bersabda : Al-Birr adalah baiknya akhlaq.

Al-Birr merupakan haq kedua orang tua dan kerabat dekat. Sedangkan lawan dari al-Birr adalah Al-‘Uquuq yaitu kejelekan dan menyia-nyiakan haq. Al Birr adalah mentaati kedua orang tua didalam semua apa yang mereka perintahkan kepada kita semua, selama tidak bermaksiat kepada Allah, sedangkan Al-‘Uquuq dalam aplikasinya adalah menjauhi mereka dan tidak berbuat baik kepadanya.

Menurut Urwah bin Zubair tentang : Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan. (QS. Al-Isra' : 24). Dalam ayat ini menurut beliau jangan sampai mereka berdua tidak ditaati sedikitpun. (Baca juga: Metode Pendidikan Anak Oleh Sayyidina Al Habib Umar bin Hafidz)

Hukum Birrul Walidain : Para Ulam’ Islam sepakat bahwa hukum berbuat baik atau berbakti pada kedua orang tua hukumnya adalah wajib, hanya saja mereka berselisih tentang ibarat-ibarat atau contoh pengamalannya misalnya mengenai seorang anak yang mengatakan uh atau ah ketika di suruh oleh kedua orang tua tersebut.

Pendapat Ibnu Hazm menganai hukum birrul walidain, menurutnya birul walidain adalah fardhu a’in yaitu wajib bagi masing-masing individu. Sedangkan menurut Al-Qodli Iyyad birrul walidain adalah wajib kecuali terhadap perkara yang haram.  Adapun dalil-dalil Shohih dan Shorih yang mereka gunakan banyak sekali diantaranya:

A. Firman Allah Swt. dalam surah An-Nisa’ ayat 36 yaitu : Sembahlah Allah dan jangan kamu mempersekutukanNya dengan sesuatupun dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua Ibu Bapak (An-Nisa’ : 36).

Dalam ayat ini berbuat baik kepada Ibu Bapak merupakan perintah, dan perintah disini menunjukkan kewajiban, khususnya, karena terletak setelah perintah untuk beribadah dan mengEsa kan atau tidak mempersekutukan Allah, serta tidak didapatinya perubahan kalimat dalam ayat tersebut dariperintah ini.

B. Firman Allah Swt. Dalam Al-qur’an surah Al-Isra’ ayat 23 yang artinya : Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. (QS. Al-Isra' : 23)

C. Firman Allah Swt di dalam Al-Qur’an surah Lukman ayat 14 yang artinya "Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang Ibu Bapanya, Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Maka bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua orang Ibu Bapakmu, hanya kepadaKu lah kembalimu. (QS. Luqman :14)

Menanggapi surah diata Ibnu Abbas berpendapat bahwa terdapat tiga ayat dalam Al-Qur’an yang saling berkaitan dimana tidak diterima salah satu tanpa yang lainnya yaitu : Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang Ibu Bapakmu. Beliau melanjutkan. Maka, barangsiapa yang bersyukur kepada Allah akan tetapi dia tidak bersyukur pada kedua Ibu Bapaknya, tidak akan diterima rasa syukurnya walaupun bersyukur sampai jungkir balik.

Berkaitan dengan ini, Rasulullah Shalallahu’Alaihi Wassallam bersabda : Keridhaan Rabb (Allah) ada pada keridhaan orang tua dan kemurkaan Rabb (Allah) ada pada kemurkaan orang tua.

Hadist ini sangat masyhur dikalangan kita tetapi aplikasi kita dalam kehidupan sehari-hari tidak pernah kita lakukan padahal rasa syukur itu merupakan bentuk penghambaan kita kepada sang khaliq.

D. Hadits Al-Mughirah bin Syu’bah dari Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam beliau bersabda : Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kalian mendurhakai para Ibu, mengubur hidup-hidup anak perempuan, dan tidak mau memberi tetapi meminta-minta atau bakhil dan Allah membenci atas kalian mengatakan katanya si fulan begini si fulan berkata begitu tanpa diteliti terlebih dahulu, banyak bertanya yang tidak bermanfaat, dan membuang-buang harta.
Share: Facebook Twitter Google+