Al Habib Abu Bakar Al Masyhur Al Adni: Pentingnya Menjaga Persatuan dan Kesatuan

Al Habib Abu Bakar Al Masyhur Al Adni: Pentingnya Menjaga Persatuan dan Kesatuan

Selama beberapa minggu ini di Indonesia Al-Habib Abubakar al-Adni bin Ali al-Masyhur ( ulama besar, cendikiawan muslim dari Hadramaut Yaman) selalu mengingatkan kita dalam semua kesempatan berceramah jangan sampai bumi Nusantara Indonesia terjadi peperangan tiada hentinya seperti di Timur Tengah, beliau juga menunjukkan ciri-ciri yang sama sekarang ini di Indonesia sama persis seperti di Timur Tengah sebelum terjadi peperangan, yang seolah-olah perang membela agama Islam, tapi ternyata perang antar Muslimin sendiri, dan orang kafir seolah-olah jadi penengah, tetapai si kafir punya kepentingan dengan sumber daya alam Timur Tengah, misal minyak dan gas, sebentar lagi akan datang zaman di mana mereka tidak lagi memperebutkan minyak & gas akan tetapi memperebutkan air dan emas.

Di zaman itu ada 99 golongan orang memperebutkannya dengan cara saling bunuh terutama umat Islam dan cuma 1 golongan yang tidak mau, mereka menahan lapar dengan berdzikir, semoga kita semua menjadi yang 1 golongan tersebut.

Salah satu pesan Habib Abu Bakar Al-Masyhur kemarin adalah, bahwa kita sekarang ada di zaman penuh fitnah, setelah itu ada zaman lagi yang lebih parah dari ini lalu kiamat, pesan beliau buat muslimin sejati untuk MENJAGA MULUT & TANGAN KITA dari hal-hal yang mengadu domba muslim, fitnah, saling mengkafirkan, mengeluarkan statement yang tidak ada sumbernya dari Al-Qur'an maupun Al-Hadits dan menyakiti sesama muslim apalagi saling bunuh membunuh, jangan sampai negara kita, INDONESIA RAYA, dijadikan medan pertempuran sesama muslimin seperti di Timur Tengah, dan akan berlangsung terus dan bahkan lebih dahsyat dari sekarang.

Dengan kita broadcast pesan atau status pesan yang tidak jelas arahnya dan menimbulkan polemik yang tidak akan ada penyelesaiannya, kita akan membantu pihak kafir atau orang yang tidak suka dengan Islam guna memuluskan misinya mengadu domba umat islam.

Kalau kita tidak bisa membantu dakwah Islam, sebaiknya kita tidak ikut memperkeruh problematika umat Islam, baik secara lisan maupun tulisan.

Share: Facebook Twitter Google+