Qanun Jinayah, Payung Hukum Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam

Qanun Jinayah, Payung Hukum Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam

Daerah yang dijuluki sebagai Serambi Mekah, yang menolak paham Syiah, PKI dan Wahabiyah, kini telah resmi menerapkan Qanun Jinayah menjadi payung hukum baru untuk penguatan dan penerapan Syariat Islam secara khaffah.

Pemerintah Aceh segera menjalankan hukum jinayah atau pidana Islam yang mengatur sanksi 100 kali cambuk bagi pelaku zina, dan homoseksual baik gay maupun lesbian, aturan ini di cantum dalam Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayah, efektif berlaku di provinsi itu mulai 23 Oktober 2015.

“Qanun hukum jinayah ini dinyatakan berlaku sejak satu tahun setelah diundangkan yaitu mulai 23 Oktober 2015.

Setelah setahun disosialisasikan kepada masyarakat, kini Qanun Jinayah menjadi payung hukum baru untuk penguatan penerapan syariat Islam di Aceh. Selain aturan 100 kali cambuk, qanun ini juga mengatur denda dengan emas murni bagi pelanggarnya.

Qanun Jinayah adalah penyempurnaan dari tiga qanun syariat Islam sebelumnya yang mengatur tentang khalwat (mesum), maisir (judi) dan khamar (minuman keras). Ketiga qanun itu tak berlaku lagi, karena materi dan subtansinya sudah dimasukkan dalam Qanun Jinayah di bawah ini:

KHAMAR, dihukum cambuk 40 kali. Jika seseorang mengulangi perbuatan tersebut maka diancam dengan ‘Uqubat Hudud cambuk 40 kali ditambah Uqubat Ta’zir cambuk paling banyak kali atau denda paling banyak 400 gram emas murni atau penjara paling lama 40 bulan.

MAISIR, dihukum cambuk 12 kali atau denda 120 gram emas murni atau penjara 12 bulan jika nilai taruhannya paling banyak dua gram emas murni.

KHALWAT, dihukum cambuk 10 kali atau denda 100 gram emas murni atau penjara 10 bulan.

IKHTILATH, dihukum cambuk paling banyak 30 kali atau denda paling banyak 300 gram emas murni atau penjara paling lama 30 bulan.

ZINA, diancam dengan ‘Uqubat Hudud cambuk 100 kali. Jika mengulangi perbuatannya ‘Uqubat Hudud cambuk 100 kali dan dapat ditambah dengan ‘Uqubat Ta’zir denda paling banyak 120 gram emas murni atau ‘Uqubat Ta’zir penjara paling lama 12 bulan.

PELECEHAN SEKSUAL, diancam dengan ‘Uqubat Ta’zir cambuk paling banyak 45 kali atau denda paling banyak 450 gram emas murni atau penjara paling lama 45 bulan.

PEMERKOSA, diancam dengan ‘Uqubat Ta’zir cambuk paling sedikit 125 kali, paling banyak 175 kali atau denda paling sedikit 1.250 gram emas murni, paling banyak 1.750 gram emas murni atau penjara paling singkat 125 bulan, paling lama 175 bulan.

QATHZAF, diancam dengan ‘Uqubat Hudud cambuk 80 kali. Jika mengulangi perbuatan diancam dengan ‘Uqubat Hudud cambuk 80 kali dan dapat ditambah dengan ‘Uqubat Ta’zir denda paling banyak 400 gram emas murni atau ‘Uqubat Ta’zir penjara paling lama 40 bulan.

LIWATH, diancam dengan ‘Uqubat Ta’zir paling banyak 100 kali cambuk atau denda paling banyak 1.000 gram emas murni atau penjara paling lama 100 bulan.

MUSAHAQOH, diancam dengan ‘Uqubat Ta’zir paling banyak 100 kali cambuk atau denda paling banyak 1.000 gram emas murni atau penjara paling lama 100 bulan.

Hukuman yang telah ditetapkan di atas tidak serta-merta dijatuhkan langsung kepada terdakwa, tetapi akan melalui proses-proses pemeriksaan, termasuk adanya saksi yang menguatkan terhadap pelaku kejahatan.

Jadi, tidak ada yang perlu dicemaskan di sini karena semua tindak kejahatan ini tidak ada yang disetujui oleh agama mana pun, begitu pula halnya dengan warga non Muslim yang tertangkap melakukan kejahatan.

Pemberlakuan hukum Islam bagi non-Muslim ini diatur dalam Pasal 5 butir b dan c. Butir b berbunyi, "Setiap orang beragama bukan Islam yang melakukan jarimah (kejahatan) di Aceh bersama-sama dengan orang Islam dan memilih serta menundukkan diri secara sukarela pada hukum Jinayat."

Sementara itu, butir c berbunyi, "Setiap orang beragama bukan Islam yang melakukan perbuatan jarimah di Aceh yang tidak diatur dalam KUHP atau ketentuan pidana di luar KUHP, tetapi diatur dalam Qanun ini.

Bagi pendatang ataupun penduduk Aceh yang non Muslim, jika melanggar Syariat di bumi Aceh akan tetap dihukum, jadi tidak ada yang kebal hukum disini.
Share: Facebook Twitter Google+