Rezeki Bukan Seberapa Banyaknya

Rezeki Bukan Seberapa Banyaknya

Ada diantara kita yang menghabiskan usianya selama 50 tahun mengumpulkan harta kekayaan, tiada sholat,tiada melakukan amal kebaikan karena sibuk dengan urusan duniawinya namun sayangnya saat dia berumur lima puluh satu (51) belum sempat menikmati kekayaannya, ia terserang strok mendadak hingga akhirnya kekayaan yang ia kumpulkan selama 50thn habis untuk membiayai penyakitnya yang tak kunjung sembuh, Dan kini ia hanya bisa menikmati kursi dorong seharga 200 ribu.

Ada juga yang telah berhasil mengumpulkan harta siang dan malam hingga kurang ibadahnya, namun sayangnya, ketika mau menikmati masa tua belum sempat berbuat banyak, ia diuji dengan anaknya yang sakit, hingga kekayaan itu habis untuk mengobati anak tersayangnya. (Baca juga: Rezekimu Akan Mengejarmu Seperti Maut Mengejarmu)

Saudara-saudariku, Rezeki bukan soal banyak atau sedikit, jika tidak ada keberkahan didalamnya. Apalah arti kekayaan, jika dengan adanya hanya membuat kita jauh dari Allah Ta'ala.
Apalah artinya uang yang kita tumpuk sebanyak-banyak, tapi enggan bersedekah dan infak kepada saudara-saudari kita yang membutuhkan. Sungguh merugi mereka yang diberikan kelapangan rezeki banyak hartanya tapi tidak benar menggunakan kekayaan tersebut, yang ada semakin jauh.

Keberkahan ilmu dengan mengajarkan/menyebarkannya. Keberkahan harta dengan membelanjakannya. Keberkahan keluarga mampu menjadikan sebagai tameng api neraka.dengan mengajak mereka lebih dekat kepada Allah dan Rasul-Nya. Keberkahan teman adalah bisa mengajakmu kepada kebaikan dan menjadikan tameng dari maksiat.

Saudara-saudariku, Kualitas harta itu lebih mulia daripada kuantitasnya. Banyak harta juga percuma, jika dengan banyaknya kekayaan menjadikan kita lupa diri dan pada al-Khaliq. "Semoga Allah memberikan keberkahan-Nya kepada kita semua."
Share: Facebook Twitter Google+