Zaman Salafus Sholeh, Ucapan Takbir Saja Mampu Memecahkan Dinding

Zaman Salafus Sholeh, Ucapan Takbir Saja Mampu Memecahkan Dinding
Alhabib Umar Bin Hafidz mengatakan: "Zaman salafus sholeh (orang tua kita yang sholeh) terdahulu, sekali ucapan takbir saja, mampu memecahkan dinding-dinding beton, namun dizaman kita ini jangankan dinding, selembar kertas pun tidak bisa melayang."

Bisa kita ambil pelajaran, Kenapa orang-orang dulu mereka banyak berhasil meningkatkan kualitas imannya? Doa mereka seperti busur panah yang selalu mengenai sasarannya, seakan-akan jika berdoa tiada hijab baginya.

Alasannya, Karena mereka berhasil MEMBERSIHKAN HATI, mereka tidak menyimpan dendam kepada siapapun, Jika ada yang membenci mereka hanya mendo’akan kebaikan untuknya.”

Itulah yang disebut "Shafa'ul Qalb" mereka giat membersihkan hati bukan hanya membersihkan penampilan luar saja. Bathin adalah sebuah prioritas dibanding zhohir.

Mungkin hal ini kebalikan dizaman kita, Kita lebih berburu pada kecantikan luar sehingga tidak peduli pada kebersihan hati.

Mereka memperhatikan Hati yang biasa disifati dengan hidup dan mati, artinya ada hati yang hidup dan ada hati yang mati. Di antara maksud hati yang hidup, adalah hati yang sehat itulah hati yang bersih (selamat). Seseorang akan selamat di hari kiamat kelak jika menghadap Allah dengan hati yang bersih. seperti firman Allah Ta’ala:

(88). يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ

(89). إِلَّا مَنْ أَتَى الَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيم

“(Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih” (QS. Asy Syu’aro’: 88-89).

Para ulama ada yang berbeda pandangan dalam mengungkapkan makna hati yang bersih (selamat). Definisi yang menyeluruh dalam memahami hal ini, hati yang bersih adalah hati yang selamat dari segala macam bentuk syahwat yang menyalahi perintah Allah atau menerjang larangan-Nya, hati itu pun selamat dari berbagai syubhat yang menyimpang di mana hati yang selamat akan berpaling dari peribadahan kepada selain Allah, selamat dari Ittiba' dengan selain ajaran Rasul-Nya, selamat dengan mencintai Allah dan Rasulullah lalu memiliki rasa takut, harap, tawakkal, inabah (taubat/ kembali) kepada Allah, hati yang bersih akan selalu mengharap ridho Allah dalam segala keadaan dan menjauhi murka-Nya dengan segala cara. Inilah hakekat peribahan kepada Allah yang tidak boleh dipalingkan kepada selain Allah.

Semoga kita bisa terus belajar bagaimana cara meningkat keimanan dan ketakwaan dengan senantiasa membersihkan hati dari segala kotoran dan penyakit hati, Aamiin....
Share: Facebook Twitter Google+