Doa Untuk Para Suami Agar Kuat Memuaskan Istri Di Ranjang


Seorang isteri sudah semestinya mentaati suaminya. Namun suami juga harus memenuhi hak-hak isterinya termasuk juga di dalamnya hak untuk mendapatkan kenikmatan seksual. Dalam hubungan intim, suami jangan hanya mencari kepuasan diri sendiri, tetapi harus sama-sama saling menikmati.

Ketika saudara sudah melakukan upaya-upaya serius untuk menyelesai kan masalah yang dihadapi. Dalam kasus ini berobat menjadi keharusan, tetapi berdo’a juga tidak kalah pentingnya. BEROBAT (sebagai usaha horizontal) dan BERDOA (sebagai usaha vertikal) harus berjalan beriringan. Oleh karena itu ada doa mujarrab yang sangat manjur bila bersungguh-sungguh.

Kami menemukan doa yang dipanjatkan oleh Ibnul Mukadir, salah seorang tabi’in. Doanya sebagai berikut.

اَللَّهُمَّ قَوِّ ذَكَرِي فَإِنَّهُ مَنْفَعَةٌ لِأَهْلِي

“Ya Allah, kuatkan dzakarku karena sesungguhnya hal itu bermanfaat buat isteriku.” ...  Selengkapnya:

وَكَانَ ابْنُ الْمُنْكَدِرِ يَقُولُ : اَللَّهُمَّ قَوِّ ذَكَرِي فَإِنَّهُ مَنْفَعَةٌ لِأَهْلِي. وَإِنَّمَا سَأَلَ قُوَّتَهُ لِيَخْرُجَ مِنْ حَقِّ زَوْجَتِهِ لَا لِقَضَاءِ النَّهْمَةِ لِأَنَّ الْمَرْأَةَ نَهْمَتُهَا فِي الرِّجَالِ فَإِذَا عَطَلهَا خِيفَ عَلَيْهَا الزِّنَا.

Artinya, “Ibnul Munkadir berdo’a, ‘Ya Allah, kuatkan dzakarku karena sesungguhnya hal itu bermanfaat buat isteriku’. Doa itu dipanjatkan agar Allah menguatkan dzakar Ibnul Munkadir semata-mata untuk memenuhi kewajibannya sebagai suami yang menjadi hak isterinya, bukan untuk mengumbar syahwatnya. Sebab, birahi perempuan itu ada pada laki-laki. Apabila dibiarkan, dikhawatirkan perempuan akan terjerumus ke dalam perzinahan,” (Lihat Aburra’uf al-Munawi, Faidlul Qadir, Darul Kutub al-Ilmiyyah, Beirut, cet ke-1, 1415 H/1994 M, juz, IV, h 145).

Penjelasan yang sangat menarik untuk dicermati dan diperhatikan terutama bagi para suami. Sebab, acap kali kita mendengar berita di media massa perselingkuhan perempuan yang sudah bersuami dengan alasan suaminya tidak bisa memuaskan. Kendati harus dicatat bahwa kekurangan suami itu bukan alasan pembenaran atas praktik zina dan menurunnya sikap harmonis.
Share: Facebook Twitter Google+