Ketika Anak Berani Melakukan Hal Seperti Ini, Dimana Para Orang Tua?


Masa Sekolah adalah masa dimanapendidikan yang  harus ditempuh untuk menggapai cita-cita serta keinginan menjadi sesuatu yang diharapkan misalkan ingin menjadi Dokter, Guru, Polisi, Tentara, Arsitek, Teknokrat, Bidan, Perawat, dan lain sebagainya.


Semua itu harus melalui proses yaitu pendidikan Sekolah mulai dari SD, SMP dan Ke SMA/SMK dan melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi yaitu menjadi Sarjana misal sarjana kedokteran, kebidanan, keperawatan dan pendidikan atau guru dan Teknokrat seorang insinyur. Proses ini yang dinamakan pendidikan memberi pengetahuan dan membentuk pola pikir dari seorang yang tidak terpelajar menjadi seorang yang terpelajar dan memiliki pengetahuan yang tinggi.

Hambatan terbesar adalah pacaran yang bisa berakibat fatal menjurus pada hubungan yang lebih dalam yaitu seks, hubungan seks antara pasangan laki-laki dan perempuan yang belum pada fase/masanya untuk melakukan hubungan itu. Zaman sekarang seorang pelajar salah mengartikan pacaran yang dimaksud adalah hubungan perasaan ingin melakukan tindakan nafsu seks terhadap lawan jenisnya.

Netizen di hebohkan oleh salah seorang pelajar yang mengunggah foto bersama pacarnya di atas ranjang. Sangat mengherankan anak itu masih di bawah umur, entah anak SD/SMP. Entah karena lalai dari bimbingan orang tua bocah yang masih dibawah umur ini berani melakukan hal yang tidak senonoh. Hal yang seharusnya hanya dilakukan oleh orang dewasa yang sudah menikah.
Banyak komentar dari para netizen karena merasa risih kepada bocah ini para netizen rata-rata berkomentar negatif.


Apakah hal seperti ini meresahkan? Tentu saja! Bagaimana bisa anak dibawah umur bisa melakukan hal seperti ini. Dimana para orang tua?

Hal yang tentu paling penting sebagai faktor dari generasi penerus bangsa agar tidak rusak seperti ini adalah Lingkungan, Pergaulan, Pendidikan, serta rasa kasih sayang dan perhatian dari Keluarga,

Silahkan di nasehati dengan baik-baik. Untuk semua jangan mencontoh kelakuan hal seperti ini. Tidak usah terlalu menghujat. Ambil hikmahnya saja untuk pelajaran bagi kita agar lebih memperhatikan anak-anak, keluarga, dan sodara kita.
Share: Facebook Twitter Google+