Mengonsumsi Ini, Kamu Dapat Mencegah Penyakit Kanker


Kanker merupakan penyakit ganas yang sangat mematikan. Angka kematian akibat kanker cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Walaupun terdengar menyeramkan, sebenarnya kanker bisa dicegah dengan cara yang cukup mudah.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa salah satu penyebab kanker adalah gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat. Maka dari itu, salah satu cara untuk mencegah kanker juga tidak jauh-jauh dari hal tersebut, yakni menerapkan gaya hidup sehat serta mengonsumsi makanan-makanan yang sehat dan tepat. Ada beberapa jenis makanan yang diketahui mengandung zat anti-kanker, diantaranya adalah :

Tomat
Tomat kaya akan zat anti-kanker yang bernama likopen. Zat ini berperan dalam menurunkan risiko berbagai macam jenis kanker. Tomat juga mengandung vitamin C, antioksidan yang memiliki peran dalam mencegah kerusakan sel-sel yang dapat memicu kanker.

Selama ini, likopen dalam tomat juga diketahui dapat menurunkan risiko kanker prostat, usus besar, pankreas, dan kanker payudara. Selain itu, mengonsumsi tomat secara rutin sering dikaitkan dengan manfaat kesehatan lainnya seperti peningkatan sistem kekebalan tubuh.

Teh hijau
Teh hijau merupakan salah satu minuman yang menyehatkan. Teh hijau dapat membantu menghilangkan racun dari dalam tubuh dan juga membantu menurunkan berat badan. Selain itu, antioksidan yang terkandung di dalamnya diketahui dapat mencegah kanker. Antioksidan tersebut dapat mencegah kerusakan sel yang dapat memicu kanker. Teh hijau diketahui dapat mencegah kanker payudara, kanker kandung kemih, dan kanker kulit. Teh hijau dapat membantu menurunkan risiko kanker dengan menurunkan kadar gula dalam darah.

Kembang Kol, Kubis, dan Brokoli
Sayuran-sayuran seperti kembang kol, brokoli, dan kubis mengandung zat indole-3-carbinol yang cukup tinggi. Zat ini adalah bahan kimia yang bisa membantu melawan kanker payudara. Senyawa tersebut juga diketahui dapat mengubah estrogen yang dapat memicu tumbuhnya sel kanker menjadi estrogen yang lebih aman serta mencegah tumbuhnya kanker.

Brokoli juga diketahui dapat mencegah kanker rektum, kanker usus besar, dan kanker lainnya. Hal ini berkat kandungan sulforaphane yang ada dalam brokoli, kembang kol, maupun kubis. Menambahkan sayuran-sayuran tersebut ke dalam menu makanan harian anda adalah langkah yang baik untuk menuju perubahan pola makan yang sehat.

Bawang putih
Bawang putih menawarkan banyak manfaat kesehatan bagi tubuh termasuk mencegah berkembangnya sel tumor dan kanker. Bawang putih mengandung antioksidan yang berperan dalam melindungi sel dari serangan radikal bebas. Antioksidan yang terkandung di dalam bawang putih juga dapat membantu mencegah kerusakan sel pemicu kanker atau munculnya tumor.

Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi bawang putih dapat menurunkan risiko terjadinya kanker usus besar atau kanker perut hingga 50 persen. Hal ini berlaku untuk bawang putih yang dikonsumsi baik yang sudah dimasak maupun yang masih mentah.

Grapefruit
Berbeda dengan di Indonesia, di Amerika Grapefruit bukanlah buah yang asing. Buah ini sejatinya termasuk golongan buah sitrus atau jeruk yang bisa dijumpai sehari-hari di Indonesia. Grapefruit diketahui dapat mencegah kanker, hal ini berkat hadirnya zat bernama monoterpenes yang terkandung di dalamnya. Zat ini dapat mengeluarkan zat karsinogen penyebab terjadinya kanker. Selain itu, zat ini juga dapat mencegah munculnya sel kanker.

Buah ini mengandung beberapa zat penting seperti beta-karoten, vitamin C, dan asam folat yang dapat menguatkan sistem kekebalan tubuh dan mencegah kerusakan sel. Penelitian menunjukkan bahwa grapefruit dapat mencegah pertumbuhan sel kanker payudara.

Jamur
Beberapa jenis jamur seperti maitake, shitake, dan jamur kancing diketahui memiliki kandungan zat yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Oleh sebab itu, jamur-jamur jenis ini juga dapat membantu mencegah kanker. Jamur maitake diketahui dapat mengontrol kadar gula dalam darah sehingga cukup membantu menurunkan risiko kanker. Jamur reishi diketahui juga dapat mencegah pertumbuhan tumor. Namun demikian, sebaiknya konsumsilah jamur yang dikembangkan secara organik.
Share: Facebook Twitter Google+