Nasehat Pernikahan Dari Imam Al-Ghazali


Menurut Imam Al-Ghazali dalam kitab Kimiya As-Sa'adahi, dengan berumahtangga seseorang akan mendapat istri yang akan membantunya memelihara rumah, memasak, mencuci, menyapu, dan sebagainya. Jika dia melakukan itu sendiri, tentu dia tak dapat mencari ilmu, bekerja dan berdagang atau melakukan kegiatan lainnya.

Untuk alasan inilah Abu Sulaiman berkata, "Istri yang baik bukan hanya menjadi rahmat di dunia, tetapi juga di akhirat, karena ia memberi waktu senggang bagi suami untuk memikirkan akhirat." Bahkan, Khalifah Umar r.a. begitu memuliakan kedudukan istri shalihah dengan mengatakan, "Setelah iman, tidak ada rahmat yang bisa menyamai istri shalehah."

Perkawinan dapat melatih seseorang laki-laki untuk bersabar menghadapi istri dengan segala aktivitasnya yang khas, memberinya segela keperluannya, dan menjaga mereka tetap berada di jalan hukum. Semua itu adalah bagian yang sangat penting dari agama. Nabi SAW bersabda, "Memberi nafkah kepada istri lebih penting daripada memberi sedekah."

Suatu kali, Ibnu Mubarak berceramah di hadapan pasukan yang hendak berperang melawan orang kafir, seorang sahabatnya bersabda, Adakah pekerjaan lain yang memberi ganjaran lebih dibandingkan jihad?"
Lalu, dia menjawab, "Ya". "Yakni memberi makan dan pakaian kepada istri dan anak dengan seharusnya."

Waliyullah yang termasyhur, Bisyr Al-Hafi mengatakan, "Lebih baik bagi seseorang untuk bekerja bagi istri dan anak daripada bekerja bagi dirinya sendiri."
Dalam hadits yang diriwayatkan bahwa beberapa dosa hanya bisa ditebus dengan menanggung tugas-tugas rumah tangga.
Share: Facebook Twitter Google+