4 Wasiat Sunan Drajat Yang Juga Tertulis Di Makamnya


1. Wenehono Teken marang Wong Kang Wuto, Artinya kita sebagai manusia harus menolong orang yang lemah. Manusia sebagai mahluk sosial harus memiliki responsibilitas sosial yang tinggi, ketika ada orang buta, maka hendaknya kita memberinya sebuah tongkat agar ia dapat berjalan. Ini adalah makna leterleknya.

Makna kalimat tersebut dapat diperluas bahwa kondisi seseorang menjadi buta matanya hatinya adalah ketika ia melupakan Tuhan Yang Maha Esa. Kondisi tersebut adalah urgensi bagi manusia untuk saling mengingatkan kepada kebaikan, memberikan seorang yang buta hatinya dengan sebuah petunjuk arah atau kompas, yaitu pedoma agama (dalam Islam disebut al Quran). Teken adalah pengejawantahan sebagai petunjuk jalan yang lurus agar semua manusia terselamatkan dari kemaksiatan dan terjerumus dalam dosa.

2. Wenehono Mangan Marang Wong Kang Keluwen, artinya sebagai sesama manusia kita hendaknya mengerti dan berusaha mengetahui apakah kondisi orang lain di sekitar kita sudah makmur dan enak seperti kita ataukah belum. Kita hidup berfoya-foya tetapi orang lain di dekat rumah kita menderita kelaparan. Kondisi ini adalah kondisi bahwa seorang manusia hendaknya memberikan makan kepada orang yang menderita lapar.

Manusia hendaknya tidak hanya belajar merasakan kenikmatan ketika ia tertidur dalam kondisi perut kenyang, tetapi juga merasakan bagaimana kondisi orang di sekitarnya yang mungkin tertidur dalam kondisi perut lapar dan keroncongan. Inilah wasiat khususnya dalam agama Islam, diajari yang namanya zakat fitrah dan zakat mal.

3. Wenehono Payung Marang Wong Kang Kaudanan, artinya bahwa manusia sebagai mahluk sosial hendaknya memberikan pengayoman dan tempat yang layak serta aman kepada setiap manusia yang mendapatkan musibah, mulai dari saat ada orang kehujanan maka kita persilakan masuk kerumah kita untuk tempat ia berteduh, hingga ketika orang lain ketika dalam situasi kesusahan dan cobaan, maka hendaknya manusia memberikan wahana perlindungan baginya untuk menjamin keamanannya bagi kemanusiaan.

4. Wenehono Sandang Marang Wong Kang Kawudan, artinya kepedulian kita terhadap manusia yang belum menutupi badannya. Tidak hanya dahulu pada masa jahiliyah manusia seperti binatang tak menutupi badannya, tetapi sampai saat ini pun ketika pergi ke suatu tempat masih saja terdapat manusia yang tak menutupi badannya dengan pantas dan layak, khususnya para perempuan sang perhiasan dunia.

Maka wasiat dari Sunan Drajad adalah bagaimana kita menanamkan rasa peduli terhadap kondisi masyarakat yang kurang mampu menutupi badan/tubuhnya dengan pakaian yang pantas. Karena itulah, manusia hendaknya saling memberi dan menyumbangkan pakaian (sandang) kepada masyarakat yang kurang pantas berbaju untuk menutupi badan/tubuhnya.

Share: Facebook Twitter Google+