Fakta Menarik Ke-7 Presiden Republik Indonesia


Soekarno, Presiden Pertama Indonesia

Sejak kecil, Kusno Sostro Diharjo seorang anak yang terlahir di Surabaya Jawa Timur sering sakit-sakitan. Akhirnya nama Kusno pun diganti menjadi Soekarno. Nama ini diambil dari seorang panglima perang bernama Karna dalam kisah Barata Yuda.

Tidak hanya pergantian nama di masa kecil, ketika dilantik menjadi presiden, Soekarno mengganti ejaan lama namanya karena menurutnya namanya itu adalah ejaan kata Belanda. Namun nama pada tanda tangan tidak dirubah, karena itu adalah tanda tangan yang sama ketika menandatangani naskah proklamasi yang asli.

Tentang nama, Soekarno yang juga populer di luar negeri tiba-tiba mendapat tambahan nama Ahmad Soekarno. Dan akhirnya menjadi salah satu nama jalan di Mesir. Sang presiden pertama republik Indonesia tersebut terkenal dengan pidatonya yang lantang dan berani. Hal itu membuat Soekarno tidak hanya dicintai rakyat tapi juga dibenci oleh sebagian golongan.

Ia pernah mengalami beberapa kali percobaan pembunuhan. Salah satu yang menghebohkan adalah ketika menghadiri acara bazar di sebuah sekolah di Cikini pada 30 November 1957. Soekarno dihujani granat dari berbagai penjuru, untungnya para pengawal presiden sigap melarikan beliau ke tempat yang aman.

Ciri khas penampilan Soekarno ketika menjabat sebagai presiden Indonesia adalah baju militer dan tongkat komando yang selalu dibawanya kemana mana. Ternyata ada 3 macam tongkat komando yang dibawanya pada saat-saat tertentu.

Tongkat pertama dibawa saat kunjungan ke luar negeri, tongkat kedua digunakan saat berhadapan dengan para jendral, sedangkan tongkat ketiga dipakai setiap kali dia berpidato. Jika terburu buru, Soekarno selalu membawa tongkat komando yang biasa dipakai untuk berpidato.

Banyak spekulasi tentang tongkat ini, sebagian berpendapat tongkat tersebut merupakan rahasia kesaktian Soekarno yang selalu lolos dari percobaan pembunuhan. Namun dalam buku biografinya yang ditulis oleh Cindy Adam. Soekarno mengaku tongkat tersebut hanya pelengkap tampilan saja.
 
 Soeharto, Presiden Kedua Indonesia

Salah satu wartawan yang selalu mengikutinya mengaku Soeharto tetap tersenyum ketika masyarakat Jerman menghujatnya. Kejadian ini berlangsung suatu Soeharto dan rombongan kabinetnya mengunjungi Jerman pada tahun 1995.

Tidak hanya tersenyum, Soeharto juga melambaikan tangan kepada para pendemo. Seakan mereka tengah menantikan kedatangannya. Meskipun banyak komentar negatif dari mantan presiden yang satu ini, namun Soeharto tetap berhasil menorehkan prestasi besar untuk Indonesia.

Pada masa pemerintahannya, Indonesia berhasil keluar dari ketergantungan impor beras. Indonesia yang tadinya menjadi pengimpor beras terbesar di dunia menjadi Negara yang bersewesembada beras. Ia bahkan berhasil menghimpun bantuan satu juta ton padi kering dari para petani untuk diberikan kepada rakyat Afrika yang mengalami kelaparan.

Selain itu, Soeharto juga mendapatkan penghargaan tertinggi dari PBB di bidang kependudukan karena berhasil berhasil melaksanakan program keluarga berencana untuk menahan laju kepadatan penduduk di Indonesia.
 
B.J Habibi, Presiden Ketiga Indonesia

Krisis moneter dan pergolakan politik pada tahun 1998 hingga tahun 1999 menimbulkan perpecahan di seluruh Nusantara. Untuk meredam kekacauan tersebut, Habibi mengeluarkan undang-undang otonomi daerah yang memberikan kesempatan bagi daerah-daerah di luar Jakarta untuk berkembang.

Pada masa pemerintahannya, Habibi sering kehilangan kesabaran dan cenderung bertindak cepat. Para menteri pada saat itu merasakan semangat berdemokrasi jika Habibi memimpin sidang kabinet. Semakin panas perdebatan menteri, Habibi semakin semakin semangat memimpin rapat.

Menjadi presiden di era peralihan dari orde baru ke era demokrasi memang sangat berat. Pertanggung jawaban Habibi sebagai presiden ditolak oleh sidang MPR, salah satunya karena Timor Timor lepas dari wilayah Indonesia.
 
KH. Abdurrahman Wahid, Presiden Keempat Indonesia

Sumbangsih terbesar Gus Dur terhadap bangsa adalah perjuangannya yang pantang mundur dalam mengusung pluralisme. Sehingga tak heran Kepergian sang Ketua Umum PBNU dua priode tersebut juga ditangisi oleh kelompok minoritas yang selama ini selalu dibela oleh Gus Dur.

Pasalnya selama hidupnya Gus Dur selalu menjadi tokoh terdepan dalam memerangi sikap-sikap intoleran dari suatu penganut agama.

Setelah masa presiden Habibi selesai, kursi presiden jatuh kepafa Gus Dur. Kyai yang terkenal demokrat dan tidak bisa ditebak ini memenangkan voting MPR dan mengalahkan Megawati Soekarno Putri. Pada masa pemerintahannya Gus Dur sangat kontroversial.

Salah satu keputusan yang mengejutkan semua pihak adalah diberlakukannya Imlek sebagai hari libur nasional. Almarhum mencabut larangan huruf Tionghoa yang selama ini dikekang oleh rezim orde baru.

Gus dur berpendapat sejarah masyarakat Indonesia juga dipengaruhi oleh kaum Tionghoa. Bahkan ia mengaku memiliki darah Tionghoa, dari garis keturunan ayahnya. Sebelum menjadi presiden, Gus Dur telah berkelana ke berbagai Negara untuk menuntut ilmu. Seperti Mesir, Irak, Jerman dan Perancis. Namun bekal yang didapatnya dari luar negeri itu tidak serta merta menjamin kesejahteraannya di Indonesia.

Pulang dari negeri orang, Gus Dur yang hanya bekerja sebagai jurnalis dan pembicara dari kampus ke kampus tidak mampu mencukupi kebutuhan keluarganya. Bersama istri dan anak anaknya, Gus Dur mencari uang tambahan dengan menjual kacang dan mengantarkan es.

Meskipun seorang kyai, keluarga Gus Dur mengajarkan kehidupan yang liberal dan tidak membeda bedakan gender. Tugas rumah tangga dibagi rata, tidak ada perbedaan antara laki laki dan perempuan. Menurut pengakuan anaknya, Aisyah mendapat pekerjaan mencuci pakaian di rumah.
 
Megawati Soekarno Putri, Presiden Kelima Indonesia

Megawati Soekarno Putri, sang presiden yang mengidolakan ayahnya sendiri Soekarno. Karena itu sejak muda ia terjun kedunia politik. Untuk melatih kehidupan sosial politiknya, Megawati bergabung dengan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia atau GMNI.

Gerakan ini merupakan gerekan mahasiswa beraliran marhaenisme atau memperjuangkan hak-hak orang yang tertindas. Disinilah dia bertemu dengan sang suami, almarhum Taufik Kemas. Setelah itu mereka bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia atau PDI.

Melewati perjuangan politik yang cukup panjang, akhirnya Megawati terpilih menjadi presiden wanita pertama di Indonesia. menggantikan kyai haji Abdurrahman Wahid.
 
Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Keenam Indonesia

Setelah Megawati lengser dari kursi presiden, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY yang tadinya menjadi menteri koordinator politik dan keamanan pada masa kekuasaan Megawati terpilih menjadi presiden Indonesia ke enam.

SBY menjadi presiden pertama republik Indonesia yang dipilih langsung oleh rakyat. SBY menyadari di masa pemerintahannya media sosial sangat berpotensi dalam berkomunikasi dengan rakyat. Ia pun membuka beberapa akun untuk sarana berkomunikasi dengan rakyat.

Tidak hanya melaporkan kebijakan-kebijakannya, SBY juga mencurahkan isi hatinya pada akun media sosial tersebut. Tidak banyak yang mengetahui bahwa SBY pernah merasa terpuruk di masa kecilnya karena perceraian kedua orang tuanya.
 
Joko Widodo, Presiden Indonesia Ketujuh.

Presiden Indonesia yang ketujuh adalah Joko Widodo atau Jokowi. Terpilih menjadi presiden memang bukan cita cita seorang Jokowi. Dengan kecerdasan yang ia miliki, Jokowi berusaha menyelesaikan pendidikannya hingga mendapatkan gelar sarjana dari fakultas kehutanan Universitas Gadjah Mada. Proses penyelesaian pendidikan ini tidak gampang dilalui, beberapa kali Jokowi mengalami kendala keuangan. Berdagang, mengojek payung, dan menjadi kuli panggul adalah pekerjaan yang ia lakoni semasa kecil.

Namun dengan semangat yang tinggi, Jokowi berhasil menjadi pengusaha kayu dan mengirim hasil produksinya hingga ke Eropa. Ada hobi Jokowi yang belum terlaksana di istana Negara, sejak ia dan keluarga menempati istana tersebut. Belum ada kodok kodok yang berkeliaran disana. Pasalnya selain kucing, Jokowi juga suka menangkap kodok dan melepaskan mereka di pekarangan rumah.

Ketika menjadi walikota Solo dan gubernur DKI Jakarta, Jokowi juga melepaskan kodok-kodok di pekarangan rumah dinasnya. Ketika hujan datang yang menikmati paduan suara kodok kodok yang membuat suasana rumah menjadi lebih natural.

Karir politik Jokowi bermula ketika ia menjadi walikota Solo, berbagai gebrakan ia lakukan hingga menentang atasannya sendiri gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo. Pada saat itu Bibit menyindir Jokowi sebagai orang bodoh karena menolak pembangunan pusat perbelanjaan lahan bekas pabrik es tari petojo. Menurut Jokowi, pembangunan tersebut akan menggusur pasar tradisional rakyat. Tindakan ini membuatnya lebih populer. Dari walikota Solo, Jokowi beranjak ke Jakarta dan terpilih menjadi gubernur DKI Jakarta.

Setelah terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta, popularitas Jokowi melejit berkat rekam jejaknya yang baik dan pendekatannya yang membumi dan pragmatis, seperti yang ditunjukkan melalui program "blusukan" untuk memeriksa keadaan di lapangan secara langsung. Akibatnya, Jokowi merajai survei-survei calon presiden dan menyingkirkan kandidat lainnya hingga akhirnya Jokowi menjadi Presiden berpasangan dengan Jusuf Kalla pada Pilpres tahun 2014 lalu.
Share: Facebook Twitter Google+