Puasa Cemas

 
Puasa Cemas
Oleh: Emha Ainun Nadjib (Cak Nun)
Aku cemas memasuki hari-hari puasa.
Roboh hatiku, lumpuh akalku, dikepung oleh suara-suara.

"Benarkah yang kau lakukan seharian tadi adalah puasa.
Seberapa mendalamkah kalau memang itu adalah sungguh puasa.
Yakinkah bahwa yang kau puasakan tadi adalah puasa""

"Bagaimana kalau ternyata yang kau jalani hanyalah rasa berpuasa.
Kau pinjam Becak untuk sekilas merasakan betapa berat menggenjot pedalnya dengan kedua kakimu.
Takkan pernah kau benar-benar menjadi tukang Becak.
Takkan pernah kau benar-benar menjadi orang puasa.

Share: Facebook Twitter Google+