Puasa Tempat Yang Dirahasiakan

 
 Puasa Tempat Yang Dirahasiakan
Oleh: Emha Ainun Nadjib (Cak Nun)
 
Kutanyakan pada diriku sendiri.
Siapa yang menyuruhmu.
Mengambil jarak dan sikap puasa.
Yang begitu ketat kepada dunia.

Apa yang membuatmu.
Keluar dari Stadion Perebutan.
Mundur dari Ring Pertarungan.
Minggir dari Arena Balap Karier.

Atas pertimbangan apa.
Tak kau bangun Kantor Profesionalisme.
Tak kau buka pintu Transaksi Materialisme.
Tak kau pasang Papan Brand dan Status

Kenapa kau angkat kaki.
Dari Pasar Tipu Menipu Politik.
Dari Istana Khufarat Perekonomian.
Serta Instansi Hologram Kebudayaan.

Kenapa kau tak punya Toko Agama.
Restoran Kitab Suci, Warung Rasul dan Nabi.
Jaringan Perdagangan Infaq dan Shadaqah.
Juga Biro Eceran Ayat, Hadits dan Tafsir.

Kudesak dan kutuntut diriku sendiri.
Ia sangat ketakutan dan hampir pingsan.
Ia menjawab gemetar.
Dengan suara yang hampir tak terdengar:

"Aku ini sangat lemah dan penakut.
Aku ngeri dan amat ketakutan kepada Nafsu.
Tak berani aku berkelahi melawannya.
Maka tunggang langgang aku lari darinya.

Aku sama sekali tidak punya kekuatan.
Untuk memanggul ambisi dan keinginan.
Untuk menarik Gerobak Pelampiasan.
Tolong biarkan aku sembunyi di tempat yang dirahasiakan."

Share: Facebook Twitter Google+