Di Prancis, Muslimah Dilarang Memakai Burkini

Di Prancis, Muslimah Dilarang Memakai Burkini

Baju renang untuk perempuan muslim yang tertutup bernama Burqini ternyata dilarang di beberapa kota di Prancis. Undang-undang ini baru diberlakukan setelah terjadinya aksi terorisme di Nice saat Bastille Day beberapa waktu lalu.

Banyak wanita yang ditangkap polisi saat terlihat menggunakan baju renang muslim. Mereka bahkan harus membayar denda. Pemerintah setempat mengatakan hal ini bertujuan positif, karena banyak warga yang memandang muslim buruk, mereka menilai dari penampilan.

Untuk itu, pemerintah menyamaratakan agar tidak memperbolehkan pemakaian burqini bertujuan agar perempuan muslim tidak dikucilkan dan tidak dibully. Walau begitu, hal ini menimbulkan kontroversi yang cukup besar karena dianggap melanggar hak asasi manusia. Karena tidak sedikit juga yang dipaksa melepas baju renangnya oleh polisi.

Di sinilah muncul sosok pahlawan bernama Rachid Nekkaz seorang pengusaha dari Algeria. Dirinya membayarkan semua wanita yang didenda karena mengenakan baju renang muslim burqini tersebut. "Aku memutuskan untuk membayar seluruh denda wanita yang memakai burkini dan menjamin kebebasan mereka untuk berpakaian," ujarnya.

Aksi ini memang bukan pertama kali dilakukan oleh Rachid Nekkaz. Sebelumnya dirinya pernah membayar semua wanita yang pernah didenda akibat menggunakan cadar. Salut!
Share: Facebook Twitter Google+